Mengenal Sosok Bos Wardah Yang Sumbang 40M Untuk Tangani Corona

1 min


73
84 shares, 73 points

Pelajarinfo.id – Siapa yang tidak mengenal Wardah yang baru-baru ini menjadi tranding di media sosial karena sumbangan sebesar Rp 40 miliar untuk penanganan covid-19. Salman Subakat yang merupakan CEO PT Paragon Technology and Innovation mengungkapkan bahwa mereka menggelontorkan bantuan alat kesehatan ke sejumlah rumah sakit diantaranya RS Persahabatan, RS Pelni, dan RS Sulianto Saroso.

Nah siapa sih sosok yang ada dibalik perusahaan besar PT Paragon Technology & Innovation (PTI) yang menangani 3 brand kosmetik lokal seperti Wardah, Emina, dan Make Over. Berikut penjelasannya.

Nurhayati Subakat adalah sosok dibalik kesuksesan brand Wardah. Berawal dari usaha rumahan, Nurhayati mengenalkan produk kosmetiknya hanya lewat rumah ke rumah.

Wanita kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat ini merupakan anak kedua dari delapan bersaudara. Sejak kecil Bu Nurhayati memang sudah dikenal sebagai anak yang cerdas, terbukti saat masuk perguruan tinggi ia berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Farmasi.

Setelah menyelesaikan pendidikannya tepat waktu, Nurhayati kemudian pulang ke kampung halamannya dan bekerja di sebuah rumah sakit sebagai apoteker. Untuk mengembangkan karirnya, pada tahun 1979 beliau pindah ke Jakarta dan bekerja di Wella Cosmetic sampai tahun 1985. 

Berbekal pengalamannya, Nurhayati memutuskan untuk membuka usahanya sendiri, walaupun waktu itu ia mempunya jabatan yang tinggi diperusahaan tersebut.

Artikel menarik Lainnya:  Tempat Wisata Edukatif Jabodetabek (Part 6 – Depok)

Pada 1985 ia mencoba untuk memproduksi shampo yang menargetkan salon pinggir jalan di daerah tangerang. Saat itu ia menggunakan mobil yang ia miliki untuk memasarkan dagangannya serta rumah yang digunakan untuk tempat produksi.

Produk pertama yang dipasarkan di wilayah Tangerang itu diberi merek "Putri". Produk tersebut memiliki banyak peminat karena harganya yang tejangkau dan juga kualitasnya yang bagus, sehingga Nurhayati bisa mendirikan sebuah perusahan yang diberi nama "PT Pusaka Tradisi Ibu" dalam manajemen usaha shamponya.

Usahanya pun tidak selalu mulus dan mengalami jatuh bangun. Setelah 5 tahun bisnisnya berkembang pesat, pabrik miliknya dilalap api dan terbakar.

Kebakaran tersebut membuat nasib usaha shampo yang dirintis dengan kerja keras berada diujung tanduk, bahkan iya sempat berfikir untuk menutupnya karena hutang di bank serta gaji karyawan yang belum terbayarkan.

Namun apakah Nur lantas pasrah? Tentu tidak, kalau saat itu ia berhenti untuk usaha mungkin kita tidak akan mengenal brand Wardah seperti saat ini.

Dengan kemauan yang kuat untuk bangkit dari keterpurukan, akhirnya Nurhayati memulai kembali dari nol. Modal usaha ia peroleh dari tabungan suami dan digunakan untuk membayar gaji karyawan serta membangun lagi tempat produksi usahanya.


Like it? Share with your friends!

73
84 shares, 73 points

What's Your Reaction?

hate hate
1180
hate
confused confused
708
confused
fail fail
354
fail
fun fun
236
fun
geeky geeky
118
geeky
love love
945
love
lol lol
1062
lol
omg omg
708
omg
win win
354
win
abamnoob

Explorer

Hanya Jarum di tumpukan Jerami yang mencoba menjadi paling tajam daripada sekitarnya -Muhammad Fadli Akbar

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format