Nadiem Dorong Wilayah Dalam Zona PPKM 1-3 Bisa Sekolah Tatap Muka

2 min


75
85 shares, 75 points

Pelajarinfo.id – Sekolah tatap muka menjadi fokus utama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim. Nadiem juga mendorong pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1-3. Nadiem menegaskan, vaksinasi tidak menjadi persyaratan pembukaan sekolah tatap muka bagi peserta didik.

“Yang boleh melakukan tatap muka adalah semua yang berada di zona PPKM Level 3-1, dan vaksinasi tidak menjadi kriteria pelaksanaan PTM terbatas,” kata Nadiem dalam rapat bersama Komisi X DPR RI, Rabu (25/8/2021).

Kepada sekolah yang berada di zona PPKM level 1-3 dengan tingkat vaksinasi siswa dan guru yang tinggi, maka wajib memberi opsi untuk mewujudkan pertemuan tatap muka terbatas. “Yang wajib itu kriterianya kalau guru dan tenaga kependidikan sudah vaksinasi dua kali. Mereka lah yang wajib,” kata dia.

Persyaratan vaksinasi, menurut Nadiem, hanya diwajibkan untuk guru dan tenaga pendidik. “Yang wajib itu kriterianya kalau guru dan tenaga kependidikan sudah vaksinasi dua kali. Mereka lah yang wajib,” lanjutnya. Nadiem menjelaskan lebih lanjut, untuk daerah dengan tingkat vaksinasi tinggi, harus lebih dahulu memenuhi daftar periksa prosedur protokol kesehatan di lingkungan sekolah sebelum mengadakan pertemuan tatap muka.

Artikel menarik Lainnya:  4 Langkah Membuat Kelas Online di Google Classroom

Salah satu masalah yang akan dihadapi sekolah-sekolah tersebut ialah waktu yang cukup lama untuk memenuhi daftar periksa. Diperkirakan butuh waktu sekitar satu sampai dua pekan untuk memenuhinya mulai dari dokumentasi serta perizinan dari komite sekolah atau wali murid. 

Mendesak Pemda Menerapkan Sekolah Tatap Muka

Nadiem Makarim tegas mendorong pemerintah daerah (Pemda) yang berada di wilayah PPKM level 1-3 untuk melakukan PTM. Nadiem bahkan meminta masyarakat untuk melapor jika ada Pemda yang tidak segera menggelar PTM di sekolah, terutama bagi yang siswa dan tenaga pendidiknya sudah divaksin. “Jadi bagi yang level 1-3 yang belum tatap muka, mohon juga masyarakat mendesak untuk Pemdanya untuk bisa melaksanakannya,” imbuhnya. 

Nadiem juga mengatakan bagi daerah yang belum memiliki akses internet, yang pada umumnya berada di kawasan terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) harus segera melaksanakan pembelajaran sekolah tatap muka. “Kalau suatu daerah tidak bisa mengakses internet pun, tidak ada alasan daerah itu melakukan PJJ (pembelajaran jarak jauh), harusnya segera melaksanakan tatap muka,” terangnya.

Nadiem mengaku khawatir setiap mendengar daerah di kawasan terdepan, terpencil, dan tertinggal tidak menerima bantuan kuota internet dan mereka tidak bisa sekolah tatap muka. Padahal, Kemendikbudristek sejak awal tahun telah mengambil tindakan yang jelas agar mereka bisa segera menggelar belajar tatap muka. Nadiem menilai, pelaksanaan belajar jarak jauh di daerah terpencil dan belum ada internet merupakan kebijakan yang merugikan siswa.

Artikel menarik Lainnya:  4+ Tips Lolos SNMPTN yang Bisa Anda

“Jadi mohon bantuan Komisi X untuk melaporkan daerah yang tidak ada internet yang masih tidak boleh melakukan PTM. Kami dari Kemendikbudristek tidak bisa menerima itu. Anak-anak harus tetap belajar,” kata dia.

Simulasi Jelang Sekolah Tatap Muka di Wilayah PPKM Level 4 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan pemerintah melakukan persiapan teknis asesmen nasional atau simulasi jelang pembukaan kegiatan sekolah tatap muka bagi daerah Level 4. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah sudah menurunkan level daerah dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali. Sejumlah daerah seperti wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, dari level 4 menjadi level 3. Adapun beberapa daerah-daerah aglomerasi lainnya yang masih di level 4 yakni Bali, Malang Raya, Solo Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

“PPKM Jawa-Bali pada level 4, akan dilakukan persiapan teknis asesmen nasional atau simulasi mulai 24 Agustus hingga 2 September 2021 mendatang dengan kapasitas maksimal 25 persen pendidik dan tenaga pendidik,” ujarnya, dikutip dari laman Covid19.go.id. “Selain itu, uji coba protokol kesehatan dilakukan pada pusat perbelanjaan dan pusat perdagangan, akan diperluas ke kawasan Solo Raya dan DI Yogyakarta,” lanjutnya.


Like it? Share with your friends!

75
85 shares, 75 points

What's Your Reaction?

hate hate
118
hate
confused confused
826
confused
fail fail
472
fail
fun fun
354
fun
geeky geeky
236
geeky
love love
1062
love
lol lol
1180
lol
omg omg
826
omg
win win
472
win
Super Admin

Legend

Berbagi dan belajar adalah kecintaan super admin pelajarinfo.id, semoga dengan adanya pelajarinfo.id dapat berguna bagi semua dan bisa mencapai cita-citanya yang terinspirasi dari UUD 1945 yaitu "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa"

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format